cursor

Islam Ornamental Art 2cursor

Sabtu, 26 November 2016

Assalamualaikum WR.WB

Blog pertama saya kali ini adalah pidato Islam, Kalian ingin pandai berpidato ? Bacalah Tips Cara atau Teknik Berpidato di depan
Umum:
Fase Persiapan:
1. Buatlah Konsep Pidato.
Konsep pidato yang baik adalah yang
runtut dan saling berkesinambungan.
Buatlah inti dari pidato yang ingin
disampaikan (hindari pengulangan
materi). Setelah itu kembangkan
dengan menambahkan sedikit humor
dan cerita atau kisah pribadi yang
relevan dengan topik pidato. Cara ini
efektif untuk menekan perasaan gugup
dan mampu mengingatkan kita pada
urut-urutan materi pidato.
2. Berlatihlah di depan Kaca.
Jika sudah menguasai keseluruhan isi
pidato, berlatihlah di depan kaca
dengan ekspreksi dan intonasi (naik
turunnya tekanan suara) seolah Anda
sedang berada dihadapan orang
banyak.
3. Cari Referensi.
Carilah referensi pidato yang berupa
video di Youtube.com dan pelajari
bagaimana orang-orang besar
berpidato di hadapan orang banyak.
Pelajari mimik, gaya bahasa dan
intonasinya.
4. Perhatikan Lingkungan dan Audien.
Jika menggunakan mikrophone,
perhatikan apakah volumenya keras
atau tidak. Ini yang nanti akan
menentukan sikap Anda di depan
apakah perlu sedikit agak lebih dekat
dengan mik atau tidak. Jika suara Anda
kecil dan terlalu jauh dari mik, tentu
Anda harus setengah berteriak agar
bisa terdengar jelas oleh audien, hal ini
akan menguras tenaga Anda dan
mempengaruhi kontrol terhadap ritme
nafas.
Selain itu, kenali Audien, dengan
bertanya kepada panitia siap saja tamu
undangan penting yang hadir. Apakah
yang bersangkutan langsung atau
diwakili.
5. Rileksasi.
Lakukanlah rileksasi dengan cara yang
Anda biasa lakukan. Kebiasaan saya
sebagai umat muslim, selalu
mengucapkan lafal berikut ini secara
berulang-ulang sebelum berpidato:
Robbis syorli sodri wa yas sirli amri
wah lul ‘uqdatam billisani yafkohu qouli.
Fase Pidato:
1. Awali dengan Senyuman.
Mulailah dengan senyum dan tarikan
nafas yang cukup kemudian keluarkan
kata pertama dengan nada yang
meyakinkan. Senyum Anda tidak hanya
akan membuat Anda lebih rileks, tapi
juga membuat audien merasa lega
karena melihat Anda tidak gugup.
2. Sapalah Audien.
Setelah melakukan pembukaan, sapalah
para audien dengan diawali tamu
undangan penting, dan disusul sapa
kepada seluruh audien. Itulah mengapa
pada fase persiapan Anda harus
bertanya kepada panitia siapa saja
tamu undangan khusus yang hadir.
3. Jangan Tampakkan Kegugupan Anda.
Beberapa orang yang saya jumpai
menyampaikan permintaan maaf atas
kegugupannya pada saat berpidato. Hal
ini selain tidak penting untuk
disampaikan, juga akan mempengaruhi
ketegangan pada para audien karena
khawatir Anda akan melakukan
kesalahan yang disebabkan oleh
kegugupan yang Anda rasakan.
4. Berdirilah dengan berwibawa.
Penampilan Anda dipanggung,
termasuk bagaimana Anda berdiri
sangat mempengaruhi penilaian
audien. Berdirilah yang tegak dengan
sikap yang berwibawa dan enak
dipandang mata.
5. Kontrol Intonasi dan Artikulasi.
Naik turun tekanan suara (intonasi) dan
kejelasan dalam melafalkan kata
perkata (artikulasi) pada saat Anda
berpidato sangatlah penting untuk
membuat audien tetap terjaga
konsentrasinya dalam mendengarkan
pidato Anda.
6. Perhatikan Waktu.
Pidato yang menarik bisa berbalik
menjadi membosankan jika Anda tidak
memperhatikan waktu. Buatlah pidato
yang ringkas, berisi dan inti dari pidato
tersampaikan. Jadi, jika waktu yang
dialokasikan sudah habis, sebaiknya
Anda segera menyelesaikan isi pidato
Anda.
sekian tips dari kami



Saya akan memberi beberapa contoh text pidato Islam, simaklah berikut ini:

contoh pidato tema pendidikan
Assalamu Alaikum warahmatullahi
Wabarakatuh
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita
semua.
Perbaikan kualitas bangsa harus
ditempuh dan terutama melalui
pendidikan. Pendidikan itu proses yang
panjang, yang tak henti-hentinya untuk
mencapai satu tujuan dan terbuka
untuk menerima ide-ide dan konsep-
konsep baru. Itu makna pendidikan,
sehingga suatu saat hasil dari
pendidikan itulah yang akan
menumbuhkan budaya baru dengan
manusia yang cerdas.
Selama manusianya cerdas maka ia
mempunyai kebijakan dan kebajikan
dalam jiwanya. Barulah setelah itu dia
mampu menguasai sains dan teknologi.
Budaya baru itulah yang menjadi kontra
budaya yang kemudian masuk ke dalam
tatanan menjadi masyarakat (budaya)
alternatif yang akan dipilih oleh bangsa
ini.
Semuanya melalui pendidikan yang
tertata rapi: pendidikan yang mampu
mencerdaskan, mampu menumbuhkan
jiwa yang bajik dan bijak, dan
menguasai sains dan teknologi. Itulah
nanti yang akan mengubah bangsa
Indonesia menjadi Indonesia baru.
Hal ini tampaknya akan menjadi
”momok” bagi pendidikan di Indonesia.
Belum lagi persoalan kekurangan
tenaga pendidik terselesaikan, masalah
sarana pendidikan yang tidak memadai
muncul, dan menyusul persoalan
mahalnya biaya pendidikan.
Kita masih merasa sebagai bangsa yang
tertinggal dalam berbagai hal
dibandingkan dengan bangsa lain. Oleh
karena itu satu-satunya jalan untuk
mencerdaskan bangsa adalah dengan
meningkatkan pendidikan demi untuk
menjadikan bangsa yang cerdas melalui
sistem pendidikan nasional yang
menyeluruh dan terencana.
Namun untuk menuju ke arah itu, jalan
yang ditempuh sangat panjang dan
berliku karena persoalan pendidikan
sangat terkait dengan faktor lain,
termasuk masalah ekonomi, keamanan
dan masalah sosial lainnya. Para guru
pun diharapkan mulai mengubah cara
belajar kepada siswa. Para guru pun
tidak boleh lagi memberikan tekanan
kepada siswa seperti pelajaran
menghafal dan memberikan soal pilihan
ganda (multiple choice) karena bisa
berdampak pada pembentukan
kepribadian.
Peran pendidikan, sebagai sarana
pemberdayaan, harus secara sadar
menyiapkan peserta didik dalam
kehidupan masyarakat baik sebagai
individu maupun anggota masyarakat.
Pemberdayaan hanya mempunyai
makna jika proses pemberdayaan
menjadi bagian dan fungsi dari
kebudayaan.
Oleh karena itu, pendidikan harus
menumbuhkan jiwa independensi,
menggerakkan pernyataan diri dan
para pendidik mengajar siswa untuk
hidup dalam harmoni dengan
menghargai adanya perbedaan.
Ke depannya, sistem pendidikan harus
berubah dari instruksional menjadi
motivasional berprestasi, berkreasi, dan
berbudi pekerti.
Wassalamu Alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh.

-----------------------------------------

Pidato tema sholat
Assalamualaikum wr.wb
alhamdulillahirobil alamin wabihi nasta'inu ala umuridunya waddin washolatu wasalamu ala asrofil anbiya'i warmulsalin waala alihi wasahbihi azmain amma ba'du.
Teu aya kecap anu pangheulana salian ti panjatkeun puji sinareng syukur kahadirot illahi robbi, sholawat sinareng salam mudah mudahan terlimpah curah ka junjungan urang sadayana nyaeta kanjeng nabi muhammad SAW, ka keluargana, para sahabat na, tabi'i tabiatna, malah mandar mudah mudahan kaurang sadayana kenging syafaat tianjeuna. Amin
hadirin nu kusim kuring dihormati.
Dina kasempetan ieu abdi bade pidato tema sholat.
Urang sadayana salaku umat islam diwajibkeun sholat anu 5 waktu, Urang salaku umat islam ulah ninggalkeun sholat, sabab anu osok ninggalkeun sholat eta bakal disiksa ku gusti allah SWT.
Hadirin rahimakumullah
Urang geus terang siksa ti allah kanu ninggalkeun sholat teh nyaeta neraka jahanam, neraka anu pangpanasna, allah SWT berfirman
naarullahil muuqadah' allatii taththali'u alal af-idah
artinya: api Allah yang dinyalakan, yang menjilat jilat menembus hati (quran surat al humazah ayat 6 dan 7).
Ku kituna urang kudu sholat namun teu sholat bakal di asupkeun ka neraka jahanam ku allah SWT. Saha nu hoyong lebet neraka ? Saha nu hoyong lebet surga? Tah pasti sadayana oge hoyong lebet surga nya? Ku kituna laksanakeun sholat.
Hadirin rahimakumullah
lamun urang ninggalkeun sholat aya rugi na nyaeta namun teu sholat maghrib rugina elmu nu tos diajar teh bakal teu inget, namun teu sholat ashar rugina amal anu dikerjakeun ku urang teh bakal dihapus deui. Anu sholat lain mah abdina hilap deui.
Hadirin rahimakumullah
Ti abdi diceukapkeun sakie, hapunten bilih aya kata nu teu merenah. Ditutup ku do'a.
Robbana atina pidunya hasanata wafil akhiroti hasanata wakina adda banar
wassalamualaikum wr wb
------------------------------------------------------
Pidato tema ibu
Assalamu’ alaikum wr. wb.
Hamdan Wa Sukrolillah, Washolatu wasalamu Ala Rosulillah, Amma ba’ du.
Puji syukur Alhamdulilah atas segala limpahan karunia-Nya. Sholawat dan salam milik Allah semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad Saw.
Ustadz- Ustadzah, Dewan Juri yang saya hormati, dan hadirin yang dimulyakan Allah.
Rosululloh SAW menyuruh kita agar berbakti kepada ibu sampai 3 kali daripada kepada ayah. Dan di dalam hadist disebutkan:
اْلجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ اْلأُمَّهَاتِ
“There is paradise under mother’s foot”. (Surga berada di telapak kaki Ibu)
Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan pidato tentang berbakti kepada orang tua.
Dear Ladies and Gentlemen
Islam menempatkan orang tua pada posisi yang terhormat dan mulia. Karena mereka kita lahir ke dunia ini. Maka, kita harus senantiasa mendo’akan mereka.
“Ya Alloh, ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihi aku sejak kecil”.
Ustadz- Ustadzah, Dewan Juri yang saya hormati, dan hadirin yang dimulyakan Allah..
Seorang tabi’ah mengatakan : “Barang siapa yang mendo’akan kedua orang tuanya 5 kali dalam sehari semalam, maka dia telah menunaikan kewajiban terhadap orang tuanya”. Untuk itu, rajin-rajinlah mendo’akan mereka setiap selesai sholat fardhu.
Ada 3 amal yang tidak akan terputus pahalanya, yaitu Shodaqoh jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan Anak yang soleh. Salah satunya adalah do’a anak yang soleh. Kita harus bisa Njunjung Dhuwur Mendem Jero. Janganlah kita menjadi anak yang durhaka, naudzubillahi mindzalik. Sungguh berdosa, dosa besar.
Ustadz- Ustadzah, Dewan Juri yang saya hormati, dan hadirin yang dimulyakan Allah.
Sebagai seorang anak, kita harus berbakti kepada orang tua, janganlah sekali-kali kita menyakiti hati mereka, yang akibatnya akan menyengsarakan hidup kita, baik di dunia maupun di akhirat. Apalagi kepada ibu, bayangkan, seorang ibu kelelahan dalam mengandung, melahirkan, menyusui dan menyayangi kita. Tanpa pamrih. Untuk itu kita harus berbakti kepada orang tua dengan tulus dan ikhlas agar hidup kita selamat baik di dunia maupun di akhirat.
Ibu… kaulah wanita yang mulia. Derajatmu tiga tingkat dibanding ayah…
Dewan juri yang saya hormati.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, semoga ada manfaatnya.
Terima kasih atas segala perhatian, mohon maaf atas segala kekurangan.
Wallahu muafik ila ‘aquamithorik, Wassalamu’ alaikum wr. wb.



Mungkin itu saja yg bisa saya tulis mudah mudahan bermamfaat, berjumpa lagi di post berikutnya

Wassalamualaikum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar